0

Kemunduran Potensi


Entah semenjak aku bekerja, aku seperti tidak punya kemauan untuk mengasah kreativitas. Dan aku merasa itu membosankan.

Berbeda dengan saat kuliah dulu setiap hari punya target-target dan kesibukan yang memberi semangat.

Sekarang, hmmm entahlah aku saja yang malas melakukan sesuatu yang bermanfaat. Yang ada dalam pikiranku adalah bagaimana aku harus berhemat (walaupun sebenarnya ya gak hemat wkwk), bagaimana bisa istirahat di rumah kalo senggang, selebihnya komunikasi dengan dia. Cuma itu dan itu membosankan.

Sekarang aku menulis, membaca, ataupun keluar bareng temen (opsional) itu sangat jarang sekali.

Aku terlalu disibukkan dengan perkara teknis terkait persiapan pernikahan dan perayaannya. Membosankan kadang, tapi fase ini harus dijalani.

Sangat disayangkan sekali, hal ini berbanding lurus dengan kemunduran ibadah.

Shalat tahajjud sudah menjadi hal yang sangat langka.

 

Apa aku terlalu banyak dosa dan panjang angan?

 

Ya Rabb, Ampuni hambamu ini. tunjukilah jalan yang engkau ridhoi. Rabbi yassir wa laa tu’assir. Kuatkanlah hamba. Kuatkanlah niat ini.

Ya Rabb kembalikanlah semangat dan daya kreativitas dalm hal dunia dan akhirat. Jangan biarkan hamba terlalu berbelok pada jalan yang tidak seharusnya.

Aamiin Ya Rabbal ‘aalamiin

 

 

 

1

Aku Merindukanmu Pak


Ada banyak peristiwa yang terjadi setelah bapak meninggal. Salah satunya adalah dinamika pencarian teman sehidup sesurga. Bagian paling urgent tentu saja dalam hal pengambilan keputusan.

Salah seorang temanku pernah bercerita kepadaku tentang kisahnya bersama suaminya sekarang. Walaupun tidak terlalu detail, setidaknya ada satu hal yang menjadi point utama yakni peran bapak dalam pengambilan keputusan. Keyakinan beliau dalam memahami karakter dan niat tulus dari seseorang yang tiba-tiba hadir dalam hidup putri tercintanya. Sebenarnya itu hal yang tidak mudah, tapi keyakinan beliau lah yang berperan dalam pengambilan keputusan. “Aku sangat berterima kasih pada bapak yang mengizinkan seseorang yang asing itu menjadi bagian dari keluarganya sekaligus mengambil alih tanggung jawabnya selama ini” kata temanku. Dalam hati, aku merindukan bapak :(. Tidak akan kembali seseorang yang telah wafat, tapi peran dan kebijaksanaan beliau selalu terkenang dan tertanam di dalam diri. Allahummaghfirlahuu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu.

Bapak, kini putrimu diambang keputusan besar itu. Semoga ini adalah yang terbaik dan Allah ridho. Sebenarnya ketiadaan bapak membuatku harus berpikir puluhan kali bahkan lebih untuk membuat keputusan besar ini. Apalagi ibu, yang notabene adalah perempuan sepertiku. Pangestunipun nggih pak, semoga Allah memberkahi setiap keputusan yang aku, ibu, dan keluarga besar.

Sebenarnya dibilang yakin sih nggak juga, tapi dibilang nggak yakin pun tidak. Ketika beliau mengungkapkan itu pada “perantara” dan kemudian diceritakan padaku, sebenarnya aku tidak percaya bahwa dia serius. Karena apa, kita hampir tidak pernah berkomunikasi dalam kurun waktu hampir 1 tahun ini, walaupun kita satu tempat kerja. Pernah satu momen pernikahan yang ternyata aku dan dia ada pada rombongan yang sama, dia duduk di belakangku. Selama perjalanan, kami tidak ngobrol sedikit pun. Baru setelah singgah di rumah salah satu teman, beliau membuka obrolan. Eh ternyata dia sama sepertiku, sama-sama pejuang fastabiqul khairat waktu menjadi mahasiswa dulu. Hanya saja kami berbeda kampus hehe, dari sanalah awal mula cerita ini sampai sekarang sedang beproses. Harapannya semoga Allah ridho dan memberkahi semuanya.

Bapak tidak akan ada yang menggantikan sosokmu, tp setidaknya beliau bisa bertanggungjawab insyaAllah.

Bapak tetap nomer satu di hatiku, dan tak akan terganti, I love you dad ❤

1

Sudah Hampir 9 Bulan Aku Disini


halo, Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sudah hampir 9 bulan, aku bekerja di tempat ini. Tempat yang dulu tak pernah kubayangkan untuk menjadi daftar listku saat menjadi job seeker. Alhamdulillah wa syukurillah atas izin Allah yang Maha Agung, sampai detik ini aku masih bekerja di tempat ini.

Awal aku masuk, aku yakin akan ada banyak dinamika dan tantangan. Mulai dari jobdisk, gaji pertama, hubungan antar karyawan, dll.

But itulah sensasinya #eh 😀

Sebenernya, yang dibutuhin disini lebih ke tenaga drpd pikiran. Well sebenernya itu gak aku banget. Tapi yasudahlah -__- sekali lagi, itulah dinamikanya.

1

Selamat Malam



Hai, kata yang cukup singkat namun kadang sulit terucap.

Apa kabar? Dua kata yang singkat, namun mengucapkannya akan membuka kotak kecil itu

Hai, apa kabar?

Untukmu yg jauh disana, semoga kamu baik-baik saja. Aku cuma bisa berdoa untukmu semoga kamu dilimpahkan rahmat-Nya selalu.

Melupakanmu adalah hal yang tak bisa kulakukan, karena aku tak mungkin lupa denganmu. Kamu orang yang begitu berarti di hidupku, walaupun aku dan kamu tak bisa seperti dulu. Aku cuma ingin menjaga hatiku dan hatimu agar tak lagi jatuh, karena ada yg tak bisa dipaksakan. Aku ingin menganggapmu layaknya dulu sebelum aku jatuh, namun tak bisa karena rasa itu sdh terlanjur ada. Untukmu yg jauh disana, semoga kamu dan aku diberikan kebahagiaan yang lebih setelah ini, tanpa sedikitpun air mata, dan tanpa sedikitpun keraguan. Semoga aku dan kamu menemukan sosok yg akan selalu menjadi tempat pulang suatu saat nanti. Untukmu temanku, sahabatku, adekku, guruku. Terimakasih segalanya. Maafkan segala khilaf. Maafkan jika malam ini aku tiba-tiba ingin menuliskan ini semua.

0

Alhamdulillah


Ya Allah ya Rabb. Ya Allah ya Rahman Rahim, terima kasih atas segala nikmatmuuu. Sekarang hamba sudah bekerja dengan segala dinamikanya. Yang terpenting, hamba bisa selalu dekat denganMu ya Rabb. I love you ❤

0

Aku Wanita Biasa


Aku bukan wanita cerdas, aku bukan wanita hebat, aku bukan wanita tangguh, aku bukan wanita dermawan, aku bukan wanita penyabar, aku bukan wanita pengertian, aku bukan wanita anggun, aku bukan wanita cantik.

Aku hanya wanita biasa dengan segenap kekurangan yang ada. Aku berusaha meyakini dan percaya akan Tuhanku. Bahwa iya tak pernah ingkar janji memperhatikan wanita yg hina ini ketika wanita ini meminta kepadaNya. Aku wanita tak sempurna yg ingin terus berbenah. Mengahapus dosa-dosa lampau yg terlalu banyak, ah tidak mungkin mengurangi saja.